Kumpulan Doa Lengkap dengan Amalannya Agar Usaha Laris Manis

Kumpulan Doa Lengkap dengan Amalannya Agar Usaha Laris Manis

Saat menjalankan usaha tentunya kita berharap agar selalu laris manis. Oleh karena itu kita dapat memanjatkan doa agar usaha laris manis. Karena hanya Allah lah yang memberikan rezeki kepada kita.

Berdagang adalah salah satu pintu rezeki yang dianjurkan oleh Rasulullah. Rasulullah juga menganjurkan kepada umatnya jika ingin berdagang tidaklah harus memiliki banyak untung akan tetapi bisa membuat para pelanggan merasa puas.

Read More

“Berdaganglah kalian dengan jujur dan amanat, niscaya orang-orang yang jujur dan orang-orang yang mati syahid akan bersama dengan Nabi” (HR. Al-Hakim dan Tirmidzi).

“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang, apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela. Apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).

Doa Agar Usaha Laris Manis

Terdapat beberapa doa yang dapat kita panjatkan untuk dagang yang bisa membuat barang atau jasa yang kita jual bisa laris sekaligus mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Doa yang pertama adalah:

Allohumma innii as-asluka tarzuqoni rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghairi ta’abin wala masyaqqatin walaa dloirin walaa nashabin innaka a-laa kulli syai-iin qodiir.

Artinya: Ya Allah aku minta pada Engkau akan pemberian rizki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.

Doa ini dapat Naisha mate bacakan setelah selesai salat 5 waktu, salat hajat dan tahajud dengan niat ikhlas sebagai ikhtiar di dalam mencari rezeki di jalan Allah SWT.

Doa agar usaha laris manis selanjutnya adalah:
Allahumma inni as’aluka, ‘ilman nafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa a’malan mutaqobalan.

Artinya: Ya Allah aku mohon kepadamu, berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima di sisimu.

Naisha mate juga dapat melanjutkannya dengan membaca doa berikut ini.

“Al-Hamdu Lillaahil Ladzii Rozaqonii Haadza Min Ghairi Haulin Minnii Wa Laa Quwwatin, Alloohumma Baarik Fiihi.” 

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rizqi kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku, ya Allah semoga Engkau berkahi pada rizqiku.”

Bisa juga membaca doa:
“Bismil ‘llaahi tawakkaltu ‘ala ‘llaahi. Bismi ‘llaahi ‘lladzi laayadhurru ma ‘asmihii syaium fil ‘lardi walaa fi ‘ssamaa-I wahuwa ‘ssami’u’l ‘allim.”

Artinya, “Dengan nama Allah, Aku menyerah kepada Allah. Dengan Nama Allah Yang tidak Melarat serta namaNya suatu juapun yang di bumi dan pula yang di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

atau bisa juga:
Bacalah Ta’awud (A’udzubillahi minassyaithoonir-rojiim) sebanyak 1 kali
Bacalah Basmalah sebanyak 1 kali
Bacalah Ayat Kursi sebanyak 1 kali
Bacalah Surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
Bacalah Surat Al-Falaq sebanyak 1 kali, lalu dilanjutkan dengan membaca surat An-Naas sebanyak 1 kali

Amalan yang Dapat Dilakukan Agar Usaha Laris Manis

  1. Bertakwalah kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Dari Ibnu Taimiyah rahimakumullah menjelaskan gtentang takwa. Beliau berkata,

“Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan  diri pada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah.”

  1. Senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

  1. Memperbanyak Doa Agar Usaha Laris Manis

Doa berikut ini diajarkan oleh Rasulullah SAW, dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan:

Setelah Rasulullah melaksanakan sholat subuh, beliau membaca berbagai doa, dan berikut ini adalah salah satunya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

  1. Menjalin silaturahmi yang baik dan jangan memutus silaturahmi

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW pernah bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

  1. Perbanyaklah bersedekah

Allah SWT telah berfirman,

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588)

Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah juga telah menjelaskan tentang dua penafsiran dari hadist tersebut, yaitu:

“Pertama, Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Secara inderawi dan realita bisa dirasakan.

Kedua, Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak”. (Syarh Shahih Muslim, 16: 128)

  1. Melaksanakan ibadah haji dan umroh bagi yang mampu

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullahi SAW pernah bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. An-Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1: 387. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 

  1. Tempuhlah rezeki dengan cara yang halal

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

Related posts